( Waktu Dhuha ) الضحى Surat ke-93 (11 ayat) | Makkiyah
Pilih Surat →
Pilih ayat →
وَالضُّحٰىۙ
Demi waktu duha
Tafsir Jalalain
(Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya.
Tafsir Kemenag
Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan dua macam tanda-tanda kebesaran-Nya, yaitu dhuha (waktu matahari naik sepenggalah) bersama cahayanya dan malam beserta kegelapan dan kesunyiannya, bahwa Dia tidak meninggalkan Rasul-Nya, Muhammad, dan tidak pula memarahinya, sebagaimana orang-orang mengatakannya atau perasaan Rasulullah sendiri.
Sumber:
Aplikasi Quran Kementrian Agama Republik Indonesia