Katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Orang-orang yang memercayai kebatilan dan kufur kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang rugi.”
Tafsir Jalalain
(Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antara kalian) yang menyaksikan kebenaranku (Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi) antara lain Dia mengetahui tentang keadaanku dan keadaan kalian. (Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil) yaitu yang menyembah kepada selain Allah (dan ingkar kepada Allah) sebagaimana yang kalian lakukan (mereka itulah orang-orang yang merugi.") dalam transaksi mereka, karena mereka telah membeli kekafiran dengan keimanan.
Tafsir Kemenag
Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya bahwa Allah mengetahui dan menyaksikan bagaimana ia telah melaksanakan tugas kepada mereka. Ia telah menyampaikan ancaman-ancaman dan kabar gembira kepada mereka, tetapi semua itu mereka ingkari. Allah mengetahui sikap mereka terhadap seruan Nabi saw, bahkan mengetahui isi hati mereka. Dia akan memberi ganjaran setiap sesuatu yang dikerjakan oleh makhluk-Nya. Seandainya Nabi Muhammad berdusta dan mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, ia pasti akan ditimpa azab. Allah berfirman:
Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya. Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya). (al-haqqah/69: 44-47)
Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan makhluk-Nya dari yang halus dan tidak kelihatan oleh mata sampai kepada yang besar. Dia juga mengetahui keadaan orang-orang musyrik dan orang-orang beriman. Dia mengetahui pula tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik bahwa Al-Qur‘an adalah buatan Muhammad, sekalipun tidak seorang pun dari mereka yang sanggup menandinginya. Orang-orang yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari Allah itu adalah orang-orang yang merugi hidupnya di dunia dan akhirat.
Sumber:
Aplikasi Quran Kementrian Agama Republik Indonesia