Tafsir Quran Surat An Nahl ayat 24

( Lebah ) النحل
Surat ke-16 (128 ayat) | Makkiyah  

Pilih Surat →
Pilih ayat →

  1. وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ مَّاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۙقَالُوْٓا اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ
  2.   Apabila dikatakan kepada mereka, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Dongeng-dongeng orang terdahulu.”

  3. Tafsir Jalalain

  4. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan Nadhr bin Harits (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Apakah) maa di sini bermakna istifham atau kata tanya (yang) dzaa di sini berfungsi sebagai maushul (telah diturunkan Rabb kalian?") kepada Muhammad. (Mereka menjawab,) yaitu ("Dongeng-dongengan) buat-buatan (orang-orang dahulu.") untuk menyesatkan manusia.

  5. Tafsir Kemenag

  6. Allah swt menjelaskan kesombongan orang-orang musyrik, yaitu apabila ditanyakan kepada mereka apakah yang telah diturunkan oleh Allah? Mereka pun menjawab bahwa Allah tidak menurunkan apa pun juga kepada Muhammad. Apa yang dibacakan oleh Muhammad itu tiada lain hanyalah dongeng-dongeng orang-orang dahulu yang ia ambil dari kitab kuno.

    Ucapan seperti itu menggambarkan kesombongan mereka terhadap diri Rasulullah dan kepada firman Allah.

    Allah swt berfirman :

    Dan mereka berkata, "(Itu hanya) dongeng-dongeng orang-orang terdahulu, yang diminta agar dituliskan, lalu dibacakanlah dongeng itu kepadanya setiap pagi dan petang." (al-Furqan/25: 5)

    Kesombongan mereka terhadap Nabi Muhammad digambarkan dengan kata-kata seperti tuduhan mereka bahwa Nabi Muhammad itu tukang sihir, penyair, dan tukang tenung. Bahkan ada yang secara berlebih-lebihan menuduhnya sebagai orang gila. Kesombongan mereka kepada Nabi Muhammad saw bukan saja terlihat dari ucapan-ucapan mereka akan tetapi betul-betul telah merasuki jiwa dan darah daging mereka.

    Allah swt berfirman:

    Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Kemudian dia (merenung) memikirkan, lalu berwajah masam dan cemberut, kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, "(Al-Qur‘an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia." (al-Muddatstsir/74: 18-25)


    Sumber:
    Aplikasi Quran Kementrian Agama Republik Indonesia
© 2023 quranic.my.id | Kebijakan Privasi
Free Web Hosting